Umum, teknologiJuly 26, 2006 8:54 am

Membaca literacy tentang apa itu criptography ternyata mengingatkan kembali pada masa lalu saya sewaktu masih duduk dibangku smp (dulu saya sekolah di smp 1 mataram ).

 
crypAda beberapa kawan perempuan satu kelas berbicara dengan kawan yang lain tanpa mengeluarkan suara sedikitpun , hanya jari-jari tangan saja yang bergerak-gerak. Dengan lincah jari-jemari mereka gerakkan dan nampak hanya raut majah mereka saja yang berubah-ubah. Yang menjadi pertanyaan saya saat itu dan mungkin saat ini juga adalah apa yang mereka bicarakan pada saat itu ???

Lain disekolah lain lagi dirumah, dilingkungan kompleks rumah saya (murep | baca: perum ) sebuah dialog / obrolan sesama kawan yang lain menggunakan bahasa yang susunan hurufnya dibalik (murep | baca: perum ). Yah..hampir mirip-mirip metode transposisi gitu…

Memang tak selamanya semuanya bersifat terbuka. Ada hal-hal yang patut disembunyikan atau dirahasiakan. ( Mungkin itu sebabnya amerika punya NSA ( National Security Agency ) yg begitu ditakuti ( baca : http://budi.edublogs.org/ ) karena memang amerika lagi paranoid sehingga kode-kode yang dianggap mencurigakan ataupun lembaga-lembaga yang dianggap ground activity harus selalu dimonitoring ( kasarnya :: disadap ).

Karena itu, mari kita main Rahasia-rahasiaan….:p

 source : http://www.nsa.gov/kids/home.cfm

UmumJuly 24, 2006 1:35 pm

Jenis-jenis kucing peliharaan

Ras

Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia amat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.

Macam

Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasar penampakan fisiknya :

  • bulu pendek
  • bulu panjang
  • oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)

Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:

Calico putih dengan sedikit bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke. Karena gen warna bulu bertaut dengan kelamin, kucing Calico yang beraneka warna ini umumnya betina.Tortoiseshell hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai Calimanco atau Clouded Tiger.Tabby bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis mackerel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, membuat kucing ini seperti ikan mackerel.Maltese nama lama dari kucing biru (abu-abu).Bicolor (dua warna) disebut juga Tuxedo cat atau Jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.

Domestikasi

Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi atau penjinakan, kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.

Sejarah dan mitologi

cat3

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Umum 1:29 pm

Kucing, Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora kecil dari keluarga Felidae yang sudah dijinakkan selama ribuan tahun. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing raksasa" seperti singa, harimau, macan dan sebagainya.

Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 3.500 tahun yang lalu, ketika orang Mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari hasil panen mereka. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Kucing yang garis keturunannya dicatat secara resmi disebut sebagai kucing ras atau keturunan, seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing keturunan hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia. Sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

cat1

Karakteristik

Kucing peliharaan atau kucing kampung adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies— kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak berbahaya bagi manusia— satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya infeksi rabies akibat gigitan kucing. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat tinggal alaminya. Pada beberapa kasus, kucing berperan atau menyebabkan kepunahan. Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan harimau — menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusak tenggorokan.

Kucing dianggap sebagai "karnivor yang sempurna" dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Meskipun ciri ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing, tapi ciri ini berkembang lebih baik pada kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing hampir tidak makan apapun yang mengandung tumbuhan. Beruang dan anjing kadang memakan buah, akar, atau madu sebagai suplemen jika ada sementara kucing hanya memakan daging, biasanya buruan segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan diet vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi makan produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan diet vegetarian secara total.

Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif secara seksual memiliki daerah terbesar, sedang jantan steril memiliki daerah paling kecil) dan selalu terdapat daerah "netral" dimana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat. Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih.

Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk "pounce". Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini.

Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van.

cat2

Penis kucing jantan memiliki tulang seperti duri yang mengarah ke belakang. Ketika penis dikeluarkan, duri ini akan menggaruk dinding vagina kucing betina. Stimulasi ini diperlukan agar terjadi ovulasi pada kucing betina. Karenanya jarang terjadi kehamilan pada perkawinan pertama. Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.

Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 36 tahun. Kucing peliharaan yang tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi resiko perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.

Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.

Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.

Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Meskipun demikian, penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya. Organ inilah yang menyebabkan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsi trikomatik yang lemah.

Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat.

Kucing memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membrana niktitans. Kelopak ketiga ini terdiri dari suatu lapisan tipis yang dapat menutupi mata dan nampak ketika mata kucing terbuka. Membran ini menutup sebagian ketika kucing sedang sakit. Kadang kucing yang amat mengantuk atau gembira juga memperlihatkan membran ini.

Suara kucing sering ditulis "meong" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing ditulis "meow". Di negara Inggris sendiri, penulisannya adalah "miaow", "miaow" dalam bahasa Perancis, "nya" dalam bahasa Jepang dan berbagai penulisan lain dalam berbagai bahasa. Suara "meong" kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing. Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, maka kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.

Umumnya semua daun telinga kucing tegak. Tidak seperti pada anjing, kucing dengan telinga terlipat amat jarang ditemukan. Jenis Scottish Fold adalah salah satu jenis kucing dengan mutasi genetik yang langka ini. Ketika marah atau takut, daun telinga kucing jenis ini akan tertekuk ke belakang sementara si kucing mengeluarkan suara menggeram atau mendesis. Ketika mendengarkan suatu suara, daun telinga kucing akan bergerak ke arah sumber suara; daun telinga kucing dapat mengarah ke depan, ke samping, bahkan seolah menoleh ke belakang.

Kucing termasuk hewan yang bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadang kala kucing memuntahkan hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perut mereka.

Kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam. Tetapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari. (1)http://id.wikipedia.org/wiki/Kucing

UmumJuly 17, 2006 7:20 pm

Dibawah ini merupakan artikel yg menceritakan pengalaman yg sangat berharga tentang suka duka riset diluar negeri penulis dan buat saya ‘cukup’ untuk memberi semangat utk terus belajar.  

KETIKA Yayasan Slamet Rijadi, Yogyakarta, memutuskan untuk memberi saya beasiswa studi luar negeri, berbagai perasaan muncul. Ada perasaan senang, sedih, bangga, dan takut. Maklum, saat itu belum genap satu setengah tahun saya bekerja di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. Senang karena memperoleh kesempatan belajar di luar negeri. Sedih karena harus berpisah dengan suami dan keluarga besar. Bangga karena mendapat beasiswa dan tidak menyangka kesempatan itu datang begitu cepat, tetapi juga takut karena membayangkan hidup sebatang kara di negeri orang.

SAAT itu, Januari 1997, ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di Glasgow, salju turun kecil-kecil dan suhunya beberapa derajat di bawah nol. Sebagai calon research student yang akan mengambil Master of Philosophy (MPhil), saya tidak harus datang bertepatan tahun ajaran baru. Konsekuensinya, tidak bertemu dengan teman seperjalanan.

Dengan maksud ingin berhemat, dari bandar udara, saya memutuskan naik bus menuju pusat kota. Agar tidak salah jurusan, saya memberanikan diri bertanya pada sopir bus. Apa jawabnya? Tidak satupun kata-katanya yang saya pahami, meski dia menjawab dengan amat ramah. Wah, saya baru sadar, ini dia yang disebut logat Scottish. Nilai tes IELTS saja yang cukup tinggi rupanya tidak bisa langsung terpakai.

Karena bus tidak melewati University of Strathciyde, saya diturunkan di George Square, taman kota di pusat Glasgow. Universitas yang saya tuju, katanya, dua blok dari tempat itu. Saat itu baru pukul dua siang, tetapi langit amat redup. Belum lagi udara dingin terasa menusuk tulang. Padahal, saya sudah memakai baju dengan benar. Konon, untuk mengusir dingin, bukan dengan memakai baju berlapis-lapis, tetapi disiasati dengan baju dalam yang mampu menahan panas tubuh (biasanya dari bahan wol halus), lalu cukup dilapis baju biasa dan jaket. Sebelumnya, saya sempat berbelanja wol mahal itu di Jakarta. Namun, karena belum terbiasa dengan suhu serendah itu, tetap saja saya menggigil. Kata orang, seharusnya saya datang saat summer.

Perjalanan yang hanya dua blok dengan sebuah koper besar melewati jalan menanjak tajam itu ternyata melelahkan. Beberapa pria menawarkan bantuan, tetapi saya menggelengkan kepala karena takut. Sesampai di accomodation office, langit kian redup. Belakangan saya tahu, matahari adalah barang langka di Glasgow. Staf di sana mengatakan, saya hampir terlambat sebab dua jam lagi kantor tutup dan besok weekend sehingga tidak mudah mencarikan akomodasi bagi saya. Satu-satunya tempat yang tersedia cukup jauh dari kampus dan mau tidak mau saya menginap di sana sementara. Wah, masih lumayan ada sisa waktu dua jam, coba kalau saya tiba hari Sabtu atau Minggu, keadaannya pasti lebih buruk. Jujur saja, saat memilih hari keberangkatan dan memberitahukan jadwal kedatangan ke kampus lewat faksimile, saya tidak memikirkan weekend.

SAYA memulai kehidupan di Glasgow dengan mencoba mengurus sendiri semua persiapan studi. Mulai izin tinggal di kepolisian, menguangkan traveller cheque, membuka rekening, membayar tuition fee, mencari tempat tinggal tetap, sekaligus menemui calon pembimbing. Beberapa waktu kemudian, saya baru sadar kalau saya rugi cukup besar untuk komisi menguangkan traveller cheque di bank lokal. Padahal, kalau saya menguangkan di kantor yang menerbitkan traveller cheque, tidak dipungut komisi sepeser pun.

Sampai tiga minggu pertama, saya belum bertemu orang Indonesia. Melalui teman dari Jerusalem, akhirnya saya dikenalkan pada seorang bapak asal Bandung yang juga tengah studi di Strathclyde. Lewat bapak itu, saya berkenalan dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow dan mulai punya kawan orang Indonesia.

Meski begitu, saya tidak tinggal satu flat dan tidak banyak bergaul dengan mereka sebab takut bahasa Inggris saya mampet. Saya memilih tinggal dengan cewek Perancis dan Edinburg. Lewat mereka, saya belajar aksen Scottish, mulai hafal "jalan-jalan tikus" di Glasgow, mulai tahu tempat berbelanja bumbu dan makanan Asia, dan yang terpenting, belajar bagaimana menemukan buku di perpustakaan, yang di mata saya amat lengkap, besar, dan canggih, dibandingkan dengan perpustakaan-perpustakaan di Indonesia. Juga, bagaimana menemukan bahan pustaka yang tidak ada di perpustakaan sekaligus meng-order-nya ke perpustakaan lain secara gratis. Tinggal menunggu, datanglah bahan pustaka itu.

Dengan full scholarship, saya tidak perlu pusing soal keuangan. Tugas saya hanya belajar sebaik mungkin. Meski demikian, saya berusaha menabung agar bisa menghadiri seminar-seminar demi kepentingan studi. Saya juga beruntung karena mudah bertemu pembimbing utama. Research student lain mengaku amat sulit bertemu pembimbing. Kalaupun bisa, maksimal hanya setengah jam.

Sementara itu, pembimbing utama saya amat sabar dan mau memberi kuliah mengenai materi yang belum saya pahami. Kami bisa menghabiskan tiga jam setiap pertemuan yang berisi lecturing dan discussion. Beliau sebenarnya seorang profesional yang mengikuti uji professorship untuk menduduki jabatan ketua jurusan. Pengetahuannya sebagai profesional yang pindah ke jalur akademik amat memperkaya riset yang saya jalani.

Faktor itu yang membuat studi saya berjalan lancar, sampai akhirnya hanya dalam waktu delapan bulan riset saya mulai menemukan jawabannya. Kedua pembimbing amat terkesan dan menawarkan untuk dilanjutkan ke S2 melalui ujian ringan.

Saya bangga dengan hasil ini, tetapi tidak dapat memutuskan sendiri sebab semua tergantung penyandang dana. Saya jelaskan, dengan penawaran ini, saya akan memperoleh tambahan dua tahun untuk mendapat gelar PhD (tanpa gelar MPhil) bila saya berhasil dalam ujian dengan riset yang dianggap masuk kualifikasi S-3 sehingga meski menempuh masa riset total tiga tahun, saya tetap hanya akan memperoleh gelar MPhil. Kemungkinan ketiga, saya gagal kedua-duanya.

Mempertimbangkan prestasi saya, beasiswa akhirnya diperpanjang. Malang, ketika status studi diubah, Indonesia terkena krisis ekonomi sehingga rupiah amat lemah. Penyandang dana tentu mengalami kesulitan keuangan. Sejak itu, meski tetap mengalir, beasiswa tidak datang tepat waktu seperti sebelumnya, biaya riset dan uang buku juga mengalami penurunan berarti. Saya sadar dan memakluminya.

Kondisi ini membuat saya harus mengatur keuangan lebih ketat sekaligus belajar sebaik-baiknya sebab hampir tidak mungkin meminta tambahan beasiswa bila saya tidak selesai tepat waktu. Saya juga berpikir ingin mencari beasiswa lain, tetapi itu tidak mudah. Kalau berhasil, pencairan dananya sering masih harus menunggu.

DENGAN pertimbangan ingin lebih mengenal orang Scotland dan aksen Scottish-nya, saya memutuskan untuk melamar menjadi chef assistant pada sebuah cafe. Terus terang, saya tidak terlalu suka atau pintar memasak, tetapi kalau hanya menyiapkan bahan, mengupas, memotong, sampai membereskan semua keperluan dapur, bukanlah hal sulit dilakukan.

Ketika lamaran diterima, saya jelaskan pada pemilik cafe bahwa saya butuh bantuannya untuk mendapatkan izin kerja. Masalahnya, baik izin tinggal maupun kontrak beasiswa tidak mengizinkan saya bekerja sambilan. Beruntung, pemilik cafe mengerti kesulitan saya dan bersedia sedikit berbohong saat mengisi formulir izin kerja dengan menyebutkan, saya berpengalaman, mampu bekerja baik, rajin, dan hasilnya melebihi standar. Hal ini penting sebab biasanya akan muncul pertanyaan, mengapa dia tidak mempekerjakan orang Glasgow yang masih menganggur daripada mempekerjakan orang Asia yang sedang studi seperti saya. Atas bantuannya, akhirnya saya sah memiliki izin kerja sekaligus National Insurance Cardnumber-semacam asuransi kecelakaan kerja.

Keberuntungan lain datang saat suami memperoleh beasiswa lewat British Scolarship Scheme untuk mengambil Master di universitas yang sama. Tetapi, karena beasiswanya terbatas, saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan studi sendiri. Paling tidak, memasuki tahun ketiga, saya punya pendamping untuk berbagi.

Sebagai research student tanpa kelas tatap muka, saya bisa mengatur jadwal kerja di cafe. Namun, tidak demikian dengan suami yang mengambil Taught Course. Jadwalnya amat ketat sehingga tidak dapat membantu mencari tambahan biaya hidup. Saya bekerja lima hari seminggu sekitar empat jam setiap harinya. Upahnya tidak besar, hanya mengikuti standar upah minimal, namun cukup untuk menutup biaya makan dan buku, sisanya bisa ditabung, kalau-kalau ada keterlambatan pengiriman beasiswa atau jika harus memperpanjang masa studi.

Selain uang, akibat positif bekerja di cafe, saya bisa memasak, sekaligus banyak belajar aksen Scottish. Teman-teman di cafe sering heran dengan aksen Scottish saya yang makin kental. Tetapi, akibat buruknya, saya terpaksa kurang tidur.

Biasanya, pagi sebelum ke cafe, saya membaca di perpustakaan, sepulangnya mampir lagi ke kampus untuk bertemu pembimbing sekaligus mencari bahan studi lewat Internet. Lepas malam, saya habiskan untuk mengerjakan riset dan menulis. Karena bekerja, saya terpaksa rutin bertahan hingga pukul setengah tiga pagi dan rela kehilangan weekend, sampai suami dan koki cafe sering cemas, takut saya jatuh sakit.

Kehadiran suami yang rela mengurus dapur, bersih-bersih, dan tetek bengek di flat kami, sekaligus pengertiannya untuk menunda kehadiran anak terasa amat membantu. Dua tahun lebih saya menjalani kehidupan seperti ini, thank God, nothing serious had happened to me, kecuali akhirnya saya dinyatakan lulus dengan koreksi amat minor dan riset dinyatakan qualified untuk menjadi seorang PhD. Suami pun dapat menyelesaikan Master-nya tepat waktu.

Betapa ini perjuangan yang melelahkan dengan hasil sebanding. Saya, yang hanya ingin menjadi dosen, akhirnya mendapat kesempatan mengambil MPhil, dan malah langsung mendapat PhD. Saat itu saya baru 28 tahun dan tidak menyangka berhasil melalui ujian yang cukup berat. Seorang teman dari Pakistan pernah mengatakan, mengambil PhD di negeri orang adalah belajar 24 jam sehari, belajar dalam arti sesungguhnya dan belajar me-manage diri, ya soal uang, waktu, budaya, iklim, hidup berkeluarga, jauh sanak famili, dan persoalan lain.

Jadi, ketika lulus ujian, kita tidak hanya lulus dari bahan-bahan yang diujikan di depan sidang, tetapi juga lulus dari semua ujian hidup yang terjadi 24 jam sehari selama seseorang mengambil PhD.

Christina E Mediastika Dosen Arsitektur Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Sumber: Kompas

UmumJuly 1, 2006 7:46 am

Dear rekan fotografer, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia mengadakan lomba fotografi tingkat nasional. Berikut spec lomba nya:

Tema : Korupsi dalam potret

Hadiah : Pemenang I = Rp.20 Juta

II = Rp.17,5 Juta

III = Rp.15 Juta

Kriteria Peserta : UMUM

Ketentuan :

1.Menyertakan identitas diri (KTP/KTM/Kartu pelajar)yang masih berlaku dan 2 lbr pas foto 4x6

2.Menggunakan kamera JENIS APAPUN

3.Foto dicetak ukuran 10R dan bukan hasil retouch maupun manipulasi komputer lainnya.

4.Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal 3 karya paling lambat tgl. 15 september 2006 cap pos.

5.Foto belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan dalam lomba apapun dan merupakan hasil karya murni dari peserta.

6.Mencantumkan judul, lokasi, tanggal pengambilan gambar, penjelasan singkat foto dan data teknis kamera yang digunakan.

7.Tidak menyinggung SARA

8.Setiap karya yang dikirimkan menjadi hak milik KPK dan dapat digunakan untuk kepentingan KPK.

Kirimkan karya anda melalui pos atau antar langsung ke : Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI) Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat JL.IR.H.Juanda no.36 Jakarta 10110 Info lbh lanjut : Yudi/Dani 021 3522546-50 ext.123 Untuk lebih jelasnya silakan baca di Harian Kompas, Koran Tempo dan Indopos pada pekan ini.Demikian Info ini di submitted,mohon disebarluaskan ke milist lainnya. Atas partisipasi rekan-rekan kami ucapkan terimakasih.

Yudi

http://us.f544.mail.yahoo.com/ym/ShowLetter?MsgId=3979_32558581_16711957_2821_4934_0_32993_15605_4112929731&Idx=563&YY=34771&inc=25&order=down&sort=date&pos=22&view=a&head=b&box=Inbox