IT | CenterAugust 30, 2006 1:05 am

Pendahuluan
SAP (Systeme, Andwendungen, Produkte in der Datenverarbeitung) sebagai software ERP (Enterprise Resource Planning) dengan level integrasi proses yang tinggi, telah mencapai puncak kesuksesannya dewasa ini. Dengan lebih dari 44500 instalasi, di lebih dari 17500 customer, di 120 negara (data tahun 2002), SAP telah membuktikan dirinya mampu memenuhi kebutuhan konsumen ERP di seluruh dunia.

Pada awalnya, perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil biasa memanfaatkan beragam software dari vendor yang berbeda atau mengembangkan software-nya sendiri untuk memproses transaksi bisnis mereka. Tiap perusahaan biasanya memiliki pasukan IT yang lengkap, yang menulis program aplikasi bisnisnya dari nol, atau membuat interface yang kadangkala rumit agar data dari satu aplikasi bisa sampai ke aplikasi lainnya sebagai bagian dari rantai transaksi bisnis. Proses ini tentu saja memakan banyak biaya, waktu dan rentan kekeliruan.

SAP dikirim ke customernya dalam bentuk yang standar. Di jantung SAP ada ribuan tabel yang mengatur bagaimana transaksi dijalankan. Untuk menyesuaikan setting dalam tabel-tabel tersebut agar SAP berjalan sesuai kehendak customer maka dilakukan proses yang disebut customizing. Fungsi-fungsi yang ada meliputi keseluruhan proses suatu perusahaan: Financial Accounting (misalnya General Ledger, Account Receivable, Account Payable, dll), Controlling (Product Costing, Profitability Analysis, dll), Sales, Manufacturing, Material Planning, Purchasing, Payroll, dll. Kesemuanya sedemikian terintegrasi sehingga seringkali memusingkan user atau bahkan konsultannya… namun membersitkan tantangan yang menarik.

Ada banyak alasan mengapa sebuah perusahaan akhirnya memilih SAP. Ada alasan yang bagus seperti: mengganti infrastruktur IT lama yang sudah usang dan tidak efisien, memungkinkan adanya perubahan proses bisnis bersamaan dengan implementasi SAP, maupun untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam hal akurasi dan kecepatan. Namun ada juga alasan yang “tidak bagus” seperti misalnya gengsi industri (biasanya diwakili oleh pertanyaan “mengapa hanya kita perusahaan bluechip yang tidak memiliki SAP?”).

Tulisan ini dibuat secara sederhana dan ringan, mengkombinasikan aspek-aspek manajemen proyek dengan skenario SAP yang relevan. Tidak membahas secara keseluruhan bagaimana suatu proyek dikelola karena sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang sistem, namun juga tidak membahas sistem SAP secara keseluruhan karena SAP sendiri memiliki ratusan transaksi dan template untuk berbagai skenario bisnis yang berbeda. (butuh ribuan halaman untuk membahas semua kemungkinan skenario tersebut)

Skenario Bisnis Berbasis Proyek
Berbeda dengan skenario bisnis berbasis produk (mungkin akan dibicarakan dalam kesempatan lain) yang cenderung bersifat repetitive, diskrit dan cepat berubah-ubah, jenis bisnis ini biasanya ditandai dengan:
- Produknya berupa solusi lengkap sesuai kebutuhan customer dan konfigurasinya kompleks.
- Ada banyak tim kecil atau departemen yang terlibat mengerjakan bagiannya masing-masing seperti: engineering, construction, commissioning, installation, service, dan maintenance.
- Waktu penyelesaian biasanya dalam hitungan bulan atau tahun sehingga butuh monitoring yang komprehensif baik segi teknis maupun finansial.

Contoh:

Fase Persiapan Proyek
Sebuah perusahaan kontraktor mengikuti tender pembangunan suatu pabrik pengolahan bahan kimia berteknologi tinggi. Sejak sebelum kontrak ditandatangani, sudah ada proses bisnis yang berlangsung yaitu offering/penawaran. Seorang sales officer sebagai bagian dari tim tender akan membuat Quotation di SAP, berisi rincian dari mesin/peralatan apa saja yang akan dipasang, material yang dipakai, serta jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Keseluruhan item tersebut, termasuk jumlah dan harganya, adalah paket yang ditawarkan. Ketika ada revisi terhadap penawaran tersebut, sang sales officer juga merevisi quotation di SAP.

Begitu penawaran tersebut disetujui, kontrak ditandatangani, maka proses akan berlanjut. Tim yang lebih besar akan dibentuk, lintas divisi dan lintas fungsi. Akan ada project director, project manager, project engineer, project administrator, dan sebagainya dengan perannya masing-masing. Di SAP, pembagian peran juga dapat disesuaikan dengan tugas masing-masing, yang direpresentasikan lewat otorisasi yang berbeda untuk tiap transaksi.

Untuk mengelola proyek secara integral, seorang project manager akan membuat suatu Project Template (selanjutnya akan kita sebut Project saja) di SAP. Project ini dibentuk secara terstruktur berdasarkan tanggung jawab, lokasi, divisi pelaksana, tahapan, bagian, atau pembagian lainnya. WBS (Work Breakdown Structure) adalah istilah yang dipakai luas di SAP untuk mendefinisikan hal tersebut.

Bersamaan dengan itu, quotation tadi akan dikonversi menjadi suatu sales order. Sales order adalah paket final yang akan dijual ke customer, meskipun bisa saja masih ada perubahan. Paket tadi mungkin akan dipecah-pecah lagi dalam beberapa sales order agar terlihat tidak terlalu kompleks dan lebih mudah dikontrol. Sales order ini punya keterikatan dan menjadi bagian dari Project. Setiap perubahan di project dan sales order akan termonitor di bagian Financial Controlling maupun Profitability Analysis. Ingat selalu, SAP sangat terintegrasi!

Kemudian proses kembali berlanjut, kompleksitas proyek sudah dimulai. Project manager merumuskan perencanaan baik segi teknis maupun finansial (planned cost dan planned revenue). Harus ada material atau peralatan yang didatangkan. Seringkali jasa outsourcing juga diperlukan. Semua urutan pekerjaan harus disesuaikan pula dengan jadwal ketersediaan material. SAP memiliki fungsi Work Scheduling dan Availability Check untuk membuat penjadwalan menjadi up-to-date.

Fase Eksekusi Proyek
Proyek sekarang mencapai titik dimana harus ditentukan darimanakah material maupun tenaga yang dibutuhkan akan diambil. SAP memiliki fungsi Material Requirement Planning yang sangat membantu dalam mengelola kerumitan proses procurement yang dihadapi. Tiap satuan kebutuhan material didefinisikan sebagai Reservation dan selanjutnya menjadi Planned Order.

Sebagai kontraktor yang besar mungkin perusahaan tersebut memiliki unit manufakturnya sendiri, yang memproduksi sebagian besar material yang dibutuhkan. Jika demikian, akan tiba saatnya Planned Order tadi dikonversi menjadi Production Order. Kompleksitas semakin terasa karena proses manufaktur sendiri adalah sebuah proses yang tidak kalah kompleksnya dibanding proyek diatas. Fungsi Work Scheduling dan Availability Check juga berlangsung disini, sebab proses produksi juga membutuhkan barang dan jasa entah itu bisa dipenuhi oleh unit manufaktur lainnya, atau dibeli dari perusahaan lain. Untuk menjaga agar tulisan ini tetap sederhana, mari kita cukupkan pembahasan proses manufaktur sampai disini.

Baru saja kita bicara mengenai material yang diproduksi oleh perusahaan itu sendiri. Namun seringkali kebanyakan barang dan jasa untuk kebutuhan proyek harus dipenuhi oleh perusahaan/vendor lain karena: tidak adanya unit manufaktur internal untuk produk tertentu; atau waktu pengerjaan proyek yang mendesak sehingga sulit dipenuhi secara internal. Konsekuensinya, Reservation terhadap barang atau jasa tersebut harus dikonversi menjadi Purchase Requisition di SAP.

Agar dapat digunakan untuk melakukan pembelian ke vendor lain, suatu Purchase Requisition harus menjalani proses konfirmasi dan persetujuan baik dari pihak manajemen proyek maupun departemen logistik/purchasing. Hasilnya akan dikonversi menjadi Purchase Order yang merinci apa saja yang akan dibeli, jumlah, harga, jadwal pengiriman (Delivery Date), cara pembayaran (Terms of Payment), siapa yang bertanggung jawab terhadap proses pembelian, berikut vendor yang dituju.

Dalam proses procurement ini, begitu barang diterima, petugas logistik akan mencatatnya di SAP, yang dikenal sebagai proses Goods Receipt; lalu bagian administrasi/accounting akan memproses pembayarannya (Invoice Verification). Sekali lagi ingat, SAP sangat terintegrasi, posting apapun yang tercatat di satu bagian, akan tercatat pula di bagian lain! (ngomong-ngomong, level integrasi yang tinggi ini sebenarnya juga merupakan suatu keharusan dalam kaidah akuntansi dan audit.)

Fase Finalisasi Proyek
Dalam proyek yang sesungguhnya, baik pelaksanaan maupun penyediaan material dan jasa akan selalu berjalan paralel. Proses manajemen persediaan terkait erat dengan project cost, sementara penyelesaian proyek itu sendiri akan berimplikasi pada project revenue. Biasanya si kontraktor akan dibayar oleh customernya setelah proyek dianggap selesai. Namun ketika proyek itu sangat besar dan memakan waktu yang lama, biasanya akan ada kesepakatan bahwa si customer akan membayar berdasarkan tahap-tahap tertentu (milestone) yang telah dilewati.

Proses delivery material dan jasa ke suatu proyek maupun tahapan pembayarannya, dapat menggunakan sales order sebagai referensi. Seseorang yang bertanggung jawab terhadap sales order akan mengatur Billing Plan dalam sales order tersebut sebagai referensi bagi dikeluarkannya invoice ke customer.

Begitulah seterusnya proses di SAP berjalan seiring penyelesaian proyek hingga finalisasi. Dua hal yang menonjol dalam sistem seperti SAP ini: perubahan dimungkinkan untuk terjadi, namun SAP memiliki log table sehingga apa yang berubah, kapan dan oleh siapa akan selalu dapat dimonitor; kesalahan input/posting kebanyakan tidak dimungkinkan sama sekali untuk dihapus atau diubah, namun hanya dapat di-reverse untuk kemudian dilakukan re-input/re-posting menggunakan data yang benar, dimana data yang di-reverse maupun me-reverse tidak akan hilang dari table.

Akhirnya, satu contoh diatas telah memberikan gambaran bagaimana SAP menangani kebutuhan akan pengendalian proyek secara komprehensif. Mungkin tidak cukup lengkap dan mendalam, namun apapun yang bisa ditangkap dari skenario ringkas diatas mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun yang sedang mempertimbangkan implementasi SAP di perusahaannya. Juga bagi siapapun yang ingin mempelajari SAP, mudah-mudahan kabut yang mengitari sistem ini akan sedikit banyak tersibak.

Prolog
SAP secara fungsional terdiri atas modul-modul, sehingga ketika seseorang ingin menjadi konsultan ia harus mengetahui dari modul mana ia akan memulai:
- Financial and Controlling: berhubungan dengan general ledger, account payable, account receivable, profit center, cost center, cost element, profitability analysis, product costing, dll.
- Project System: berhubungan dengan project structure, planning, monitoring, dll.
- Sales and Distribution: berhubungan dengan customer maintenance, sales document, outbound delivery, billing, dll.
- Production Planning: berhubungan dengan bill of material, routing, material requirement planning, demand management, shop floor controlling, dll.
- Material Management: berhubungan dengan vendor maintenance, material maintenance, purchasing, invoice verification, dll.
- modul-modul lain seperti Plant Maintenance, Customer Service, Human Resource, Quality Management, dll.

Sistem SAP sendiri secara teknis ditangani oleh:
- Basis Administration: berhubungan dengan database & server maintenance, user authorization, dll.
- ABAP Development: berhubungan dengan programming, debugging, dll.

dicuplik dari :  http://yudiep.blogspot.com/2005_01_01_yudiep_archive.html

UmumAugust 25, 2006 11:35 am

Sudah dua hari berturut-turut ( kemarin & tadi ) saya melakukan ‘tour’ mengitari kota surabaya dan sidoarjo. ( sendiri lagi…kesian kan ). dengan berbekal sangu ala kadarnya ( kamera, gps, pulpen, kertas kosong, 10 form.angket survey dari Din. Pertanahan pemprof. jatim + sebotol air mineral ) tour dimulai. KESAN : Tour diperkotaan ternyata labih menjemukan dibanding tour mengitari daerah pinggiran kota. jalanan macet, panas and view finder kita terbatasi oleh banyaknya dinding-dinding beton pertokoan dan perkantoran. sangat berbeda dengan derah pinggiran kota. hawa udara yang tidak terlalu panas, ada sawah, sungai, tambak,..

SEmpeet motretin juga suasana pas melewati pinggiran kota sidoarjo, tepatnya di desa banjar kemuning (koordinat 07.38197* LU, 112.80794*BT ). disana terdapat puluhan hektar tambak ( udang, bandeng ) dan hamparan sawah garam. mo liat kan potonya…

 

( gundukan berwarna putih itu garam lho..) 

 

 walaupun harganya g seberapa mahal (dibanding garam2 berlabel ), petani garam ini tetap terus berproduksi. untung ada para petani garam ini…klo g ada kan kasian indra perasa kita , kekurangan satu rasanya ( assinn ).

 

ini merupakan muara dermaga nya kapal2 nelayan bersandar ( msh diderah banjara kemuning ). 

 

ditengah membumbungnya harga bahan bakar solar, para nelayan ini tetap melaut. ( sudah tiadakah  subsidi solar untuk para nelayan ini ? )  kapan nasib mereka akan berubah jika kondisi perekonomian bangsa kita msh tetap seperti ini ?

* wahyugiri .red 

UmumAugust 24, 2006 1:57 pm

Berikut ini adalah detik-detik pengibaran bendara merah-putih memperingati 61 tahun kemerdekaan kita, dikantor BV. ( jangan lihat ekspresinya….akan tetapi coba pahamilah maknanya )…

 

( tuh ..kan. memang bener2 pemuda2 yang nasionalis…
dari kiri-kekanan : mas dedi, mas ali, danang,bram, me, agus ) 

 

 ( tak terasa yah,,sudah 61 tahun kita merdeka )

 

 ( Merdekaa…merdekaa…berkibarlah merah-putihku, laayaknya kepakkan sayap-sayap merpati menghiasi angkasa raya….Merdekaa……..)

 

UmumAugust 19, 2006 6:43 pm

Membaca buku habiburrahman el shirazy dua malam berturut-tutut tidak membuat saya merasa ngantuk tapi justru sebaliknya. Sebuah cerita roman yang religius, membawa setiap pembacanya mengarungi sisi kehidupan yang lain. sambil tersenyum simpul, dan seraya berucap semoga bisa menjadi seperti fahri. Amien…. beruntungnya saya dapat membaca buku ini setelah kawan sekontrakan saya membelinya beberapa hari yang lalu. Entah apa yang menggerakkan kawan saya untuk membelinya, tapi dia tau bahwa penulis buku ini adalah sama yang menulis buku pudarnya pesona Cleopatra.

Umum, romanticAugust 13, 2006 12:57 pm

Sudah lama sebenarnya saya memendam rasa kepada seorang wanita, tapi saya tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan isi hati ini padanya. Entah mengapa saya takut untuk mengutarakannya, ( kata kawan-kawan sih itu karena saya takut untuk ditolak, mungkin itu salah satu pemyebabnya tapi ada beberapa alasan lain ). Yang saya lakukan adalah memandanginya dari kejauhan, berbisik-bisik sendiri ( mengungkapkan kekagumanku padanya dalam hati ).

Pernah juga saya nyanyi-nanyi sendiri jika ada lirik lagu yang sama dengan gambaran isi hati saya pada saat itu. Untuk bisa berkenalan dengannya saja saya membutuhkan waktu berminggu-minggu dan beruntungnya saya, wanita itu sahabat dari kawan baik saya.

Mungkin saya tidak terlalu pandai merangkai kata-kata untuk saya ungkapkan dihadapannya sebagai bahan pembicaraan ( apalagi untaian kata cinta ). Setelah saya dapat berkenalan dengannya, rasanya hati ini berbunga-bunga seakan-akan saya akan menemukan sesuatu yang hilang dari jiwa saya. Saya memberanikan diri untuk datang kerumahnya. Benar saja, setelah beberapa potong kata terucap dari bibir saya untuk membuka pembicaraan, saya sudah kehabisan kata-kata. (semoga saja dia maklum ).

Pada dasarnya saya memang sedikit pendiam. Saya tidak terlalu suka untuk berbicara mengenai hal-hal yang menurut saya tidak perlu dibicarakan, tapi sangat berbeda jika saya mendiskusikan bahasan tertentu dengan kawan-kawan, dan.saya akan menjadi salah satu peserta diskusi yang sangat aktif.

Sewaktu SMA dulu, saya pun pernah merasakan hal yang sama. Tapi saya memberanikan diri mengatakan bahwa “saya suka padanya “ , setelah dipaksa oleh kawan-kawan dekat dan untungnya dia pun mempunyai perasaan yang sama, Itupun setelah 2 tahun mengenalnya.

Setelah saya pikir mungkin pada saat itu ( setelah yudisium : ) waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hati ini padanya. Saya datang kerumahnya ( membawa serta buku skripsi saya ) untuk dibaca dibagian lembar persembahan ( bahwa sebenarnya dia merupakan bagian dari terselesaikannya skripsi ini ), sambil saya katakan bahwa “ saya suka dia !” legalah hati ini ketika tiga potong kata itu keluar dari hati dan bibir saya.

Bagi saya, dia adalah gadis yang sempurna. Pendiam, keibuan dan parasnya yang sejuk. Saya belum tau banyak tentang dia, saya tidak tau apakah dia suka membuat puisi atau tidak, atau paling tidak bernyanyi-nanyi kecil, tapi saya tahu bahwa dia tipe wanita yang setia dan sabar, mungkin begitu juga sebaliknya, dia belum mengenal lelaki brengsek yang memujanya ini. Saya belajar untuk bisa menjadi temannya, sahabatnya…. ]

Hingga saat ini saya dan dia masih berkomunikasi ( walaupun sangat jarang ) karena keterbatasan waktu dan biaya yang saya miliki. Tapi sesekali waktu saya usahakan untuk menelponnya, minimal sms. Saat ini yang bisa saya perbuat adalah berusaha memenuhi kebutuhan hidup untuk belajar mandiri dan terus berdoa semoga Allah memberikan dia untuk saya…

Surabaya, 13 agustus 2006

bayusastra

fotografiAugust 11, 2006 11:11 am

Mungkin dalam waktu dekat ini, saya dan rekan2 ( Didit Kuswanto dan L.Husnul Habib ) eks.team ekspedisi sembalun akan menggelar pameran foto bertajuk ‘ cerita dari sembalun ‘ , hasil dari ekspedisi kemaren ( januari 2004 ). Sedikit mereview yang melatar belakang mengapa mengambil setting sembalun sebagai tujuan ekspedisi FORMAT kala itu. Secara geografis, letak desa Sembalun berada disebelah timur pulau lombok ( persisnya dibawah kaki gunung rinjani ). Warga desa sembalun merupakan bagian dari suku sasak ( suku yg mendiami pulau lombok ). Iklim dan cuaca didaerah ini tidak berbeda dengan daerah yang berada dikaki gunung lainnya, dingin dan lembab. Corak kehidupan masyarakatnya pun tidal terlalu heterogen bahkan dpt dikatakan msh homogen, karena sebagian besar kehidupan penduduk sembalun terpenuhi dari hasil bertani.Dalam hal peribadatan, suku sasak (pada umumnya ) merupakan ahli ibadah . ( dibawah ini cuplikan beberapa foto yang saya ambil disana ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

judul foto : ,,asikk difoto ‘
Lokasi : bale beleq, Sembalun lawang.

 

Judul : …berkumpul bersama
Lokasi : bale beleq, sembalun lawang 

Saya tidak akan mengada-ada tentang sebuah kehidupan yang dramatis, ataupun cerita dongen tentang negeri yang belum pernah terjamah, bukankah Sebuah foto merupakan realita ??? . Frame by frame yg saya ambil  diantaranya tentang bagaimana pendidikan (sekolah-sekolah dasar ) berjalan disana, bagaimana anak2 bermain-main dengan lingkungan sekitarnya, bagaimana kehidupan masyarakat sembalun,  bagaimana seorang wanita turut membantu perokonomian rumah tangga.

Dengan demikian, sudah barang tentu eksplorasi wacana yang coba disampaikan para fotografer merupakan renungan para penikmat pameran foto kami nantinya.

karena itu.. ‘keep watching’.

penulis $ foto by giriwahyu 

 

fotografiAugust 4, 2006 7:23 am

Selang beberapa jam tersiarnya kabar bencana gempa dijogja, saya dan rekan2 ( senior ) , ( mas adjie, Pak Lendi, Pak Peter ) langsung berangkat menuju jogja. ( Kebetulan Pak Lendy membawa Barang-barang bantuan hasil dari koordinasi dg rekan2nya berupa obat-obatan guna disumbangakan… ).

Setibanya disana pada dini hari ( esoknya )..ternyata benar…beberapa rumah ditepi jalan ( diantara sepanjang jalan jogja - bantul ) terlihat sudah beberapa rumah sudah tidak berdiri tegap lagi .

Kebetulan juga suka motrat-motret….akhirnya jadi juga beberapa foto dibawah ini…

diantara puing-puing 

judul : diantara puing-puing
Lokasi : depan RS. ( sy lupa nama RS ) , dlm perjalanan ke bantul.. 
 

gereja... 

judul : di depan sebuah gereja..
Lokasi : Bantul

 

sepeda tua 

Judul : "no title"
Lokasi : Bantul

 

pengobatan 

Judul : memberikan pertolongan
Lokasi : Di RS. ….

 

satkorlak 1 

Judul : Penggalangan bantuan ‘tuk Yogja
Lokasi : Satkorlak Penanggulangan Bencana - Bantul

 

satkorlak2 

Judul : Mendata Jumlah korban
Lokasi :  Satkorlak Penanggulangan Bencana - Bantul

 

 

Judul : ‘rapat koordinasi’
Lokasi : Satkorlak Penanggulangan Bencana - Bantul

 

 

Judul : "no title"
Lokasi : Satkorlak Penanggulangan Bencana - Bantul

 

 

Judul : " no title"
Lokasi : Lapangan pengungsi, depan Satkorlak Penanggulangan Bencana - Bantul

 beberapa cuplikan foto diatas tidaklah cukup untuk menggambarkan betapa sedih dan menderitanya korban bencana gempa bumi di yogja, tapi paling tidak , ada pesan yg penulis coba sampaikan untuk pemirsa…dan semoga kita semua terketuk pintu hati utk bisa saling membantu sesama ..

 Penulis & foto ( wahyugiri ) red.