UmumOctober 20, 2006 4:18 pm

 

Sudah menjadi kebiasaan buat saya mudik kekampung halaman. Melihat hamparan sawah nan hijau, bersendagurau dengan kawan lama menertawakan kebodohan masa lalu, riuh canda tawa dan tangis adik2ku tersayang dan masih banyak segudang cerita masa lalu yang tetap terekan dalam ubun2 kepalaku. Mudik kali ini terasa spesial. Pertama ini mudik yang pertamakalinya pake spedamotor (malang-mataram), ndirian lagi. Kedua, waktunya hampir mepet lebaran. (soale jarang2 mudik pas mepet2 lebaran, biasanya 1 minggu / 2 minggu menjelang lebaran). ketiga, ini mudik pertama pasca kelulusan, kempat…kelima…(tpi tenang aja, ini mudik sya blum bawa cucu kok buat ibu..hee ).

Posting ini saya tulis pas lagi diketapang..nyampe diketapang agak kemaleman akhirnya nunggu pagi aja ngelanjutin perjalanan. untung aja ada gerainya speedy, jadi bisa ol….(bukan promo lho )..

Kembali lagi soal mudik…bagaimana dengan anda ?

(klo ada cerita, pengalaman yang unik / menarik bisa dilink-kan dong…) 

UmumOctober 14, 2006 5:35 pm

Klo ada pertanyaan yang menanyakan perbedaan antara seorang buruh, bos dan pengangguran…saya akan menjawab "perbedaannya hanya pada waktu yang mereka habiskan". Sang buruh menghabiskan waktunya untuk mendapatkan penghasilan, entah itu ia bekerja keras / santai-santai dikantor, dia harus ‘menjual’ waktu yang ia miliki. Dengan begitu sang  buruh tidak akan pernah bisa melakukan segala yang ia senangi ( belajar mungkin ). Dengan waktu yang terbuang itu, sang buruh hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri. ( Klo bukan urusan perut apa lagi ? )

Bagaimana dengan si Boss ? Si Boss akan menghabiskan waktunya dengan berfikir bagaimana uang yang ada dikantongnya bisa berlipat-lipat jumlahnya. Si Boss tidak akan pernah kelhatan santai. Mungkin yang dia lakukan setiap harinya adalah berkeliling ( jika dia Bos Pedagang : dia akan berkeliling dari satu tempat ketempat yang lain menjual apa yang dia bisa jual ). Si Boss tidak pernah bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan nyaman.

Sangat berbeda dengan yang satu ini, seorang pengangguran memiliki waktu yang longgar. Si Penganggur dapat memikirkan dan melakukan hal yang dia suka. Klo dia mau, dia bisa berpikir bagaimana cara mendapatkan penghasilan. dan klo dia mau pula, dia akan menghabiskan waktunya disudut ruang perpustakaan dengan berlembar-lembar kertas dibawah matanya.. sambil memikirkan bagaimana nasib bangsa ini kelak.

Bagi saya, masing-masing dari ketiga orang yang diatas bukan mewakili sosok yang ideal. hanya tinggal bagaimana mensikapi..

Yah…namanya juga ngelantur ..jadi jg dianggap serius | ok.

bayusastra